Bina Rohani 2018

Pada hari Selasa, 23 Januari 2018 anak – anak kelas IX SMP Maria Immaculata mengikuti kegiatan rutin tiap tahun yaitu Bina Rohani atau Bina Mental. apa sih Bina Mental itu? yuk kupas More »

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun 2017/2018

Hallo Sahabat Maria Immaculata, Hari ini Regu OSIS SMP Maria Immaculata Cilacap mengikuti Kegiatan LDK yang di Bimbing oleh Bapak John Koli dari Atambua Flores. emm ada yang tau gak LDK itu More »

Lomba DrumBand HUT Pertamina Ke- 51

dung tek tek dung tek tek… teloleeeeeetttt.. yaakk… sahabat Gita Marita pada hari Sabtu, 17 Desember 2016 tim drumband sangat bersemangat mengikuti lomba Drumband dalam rangka HUT Pertamina yang ke- 51. mulai More »

Ziarah dan Rekreasi Ke Gua Maria Kereb Ambarawa

Hai Sahabat Marita, pada hari Jumat tanggal 4 November 2016 sebagian Warga Belajar mengikuti kegiatan Ziarah dan rekreasi ke Gua Maria Kereb Ambarawa, Taman Kyai Langgeng, dan Ketep Pass. Perjalanan dimulai pada More »

Bulan Bahasa Tahun Pelajaran 2016

Pada Hari Jumat, 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Smp Maria Immaculata Cilacap mengadakan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bahasa diantaranya yaitu : 1. Lomba Cipta Cerpen 2. Lomba Cipta Puisi More »

 

Bina Rohani 2018

Pada hari Selasa, 23 Januari 2018 anak – anak kelas IX SMP Maria Immaculata mengikuti kegiatan rutin tiap tahun yaitu Bina Rohani atau Bina Mental. apa sih Bina Mental itu?
yuk kupas semua…
Dalam lembaran sejarah bangsa dari masa ke masa akan kita temukan bahwa generasi mudalah yang selalu memegang peranan yang terpenting, generasi muda sebagai soko guru masyarakat dan tulang punggung bagi setiap bangsa. Jika generasi mudanya maju maka majulah bangsa itu, akan tetapi sebaliknya jika generasi mudanya pasif, maka kemunduranlah yang terjadi pada bangsa tersebut.

Generasi muda dalam perannya sekarang ini telah menurun tidak seperti sebelumnya, mereka cenderung bersifat individual, dalam arti lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum, sikap cuek terhadap situasi dan kondisi sosial masyarakat. Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut harus diupayakan dengan cara singkat dengan pembinaan yang intensif, kontinyu, terarah dan lain sebagainya, demi terwujudnya tujuan dari bangsa untuk mencetak kader bangsa dimana generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan kebudayaan sebelum berubah menjadi DIKNAS, memberikan pengertian kata   “pembinaan” dalam kamus tersebut sebagai sebuah proses, perbuatan, cara, membina, pembaharuan ; penyempurnaan atau arti secara luasnya adalah usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil untuk memperoleh hasil yang baik.

Dalam artian secara praktis pembinaan adalah suatu usaha dan daya upaya yang dilakukan secara sadar serta dengan metode tertentu baik secara personal (perorangan) maupun secara lembaga (institusi) yang merasa punya tanggungjawab terhadap perkembangan dan pendidikan generasi muda (remaja) untuk dapat diarahkan pada sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan tentang ‘mental’ dalam kamus besar bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebelum berubah menjadi DEPDIKNAS memberikan pengertian mental “sebagai hal yang menyangkut batin dan watak manusia yang bukan bersifat badan atau tenaga”.

Menurut Zakiyah Darajat mental merupakan semua unsur pikiran termasuk jiwa, emosi, sikap, dan perasaan secara keseluruhan serta kebulatan yang akan menetapkan corak tingkah laku, cara menghadapi segala hal yang perasaan misalnya ; mengecewakan, menggembirakan, menggelisahkan, memprihatinkan, menakutkan, membahagiakan dan lain sebagainya.39

Dari pengertian diatas dapat diambil pengertian tentang pembinaan mental generasi muda, yaitu sebagai sebuah proses usaha dan upaya yang dilakukan secara sadar, terencana dengan metode yang jelas yang dilakukan secara perorangan (personal) maupun lembaga (institusi) yang merasa bertanggung jawab terhadap pertumbuhan, perkembangan pendidikan dalam membentuk kepribadian ganerasi muda (remaja) dengan usia antara 14 – 21 tahun  yang masih mengalami masa peralihan atau dapat dikatakan masih labil, dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Atau pembinaan mental generasi muda (remaja) adalah usaha dan upaya dalam penyadaran remaja terhadap posisinya sebagai tonggak perkembangan persoalan-persoalan yang muncul ditengah masyarakat, yang kadang kala memang sangat komplek dan begitu rumit sehingga langkah  yang diambil atau solusi haruslah sesuai dengan sasaran dari pokok permasalahan.

begitu demikian arti dari Bina Mental.